Senin, 20 Mei 2013

Ciri Berjiwa Wirausaha


1. Visioner.
Wirausahawan model lama biasanya suka melawan sesuatu. Karena, mereka menginginkan kebebasan dan melakukan segala sesuatu menurut cara mereka sendiri,serta percaya bahwa mereka bisa melakukannya jauh lebih baik ketimbang orang lain. Tetapi, bagi seorang wirausahawan sejati, jiwa yang memberontak hanyalah sebagian kecil saja. Bagaimana pun, seorang wirausahawan sejati lebih merupakan seorang yang visioner. Mereka melihat gambar besar yang begitu penuh angan-angan. Mereka juga mempunyai wawasan yang luas akan hidup dan usaha yang ingin mereka ciptakan.

2. Pencipta nasibnya sendiri.
Wirausahawan tradisional menciptakan bisnis, dan ini merupakan motivator terbesar mereka. Namun, ketika bisnis telah diciptakan, kemana lagi mereka akan melangkah? Wirausahawan sejati bergerak menuju nasib dan takdir mereka. Mereka mendapat inspirasi dari sesuatu yang lebih luas daripada sekedar apa yang bisa mereka usahakan. Mereka pun menggali kekuatan batin dalam mereka dan melangkah penuh percaya diri. Mereka bisa tetap melangkah meski hambatan tampaknya mustahil dilalui. Dengan demikian, orang-orang yang tepat, tempat yang tepat dan kesempatan yang tepat bermunculan untuk menolong wirausahawan sejati meraih takdir mereka.

3. Menarik perhatian.
Semua wirausahawan mempunyai mimpi. Sebagian dari mereka berkeinginan untuk mencapai tujuan yang jelas, sedangkan yang lain hanya berkeinginan untuk menjadi seorang wirausahawan yang terkenal dan pertama.Mereka mendorong ide dan bisnis untuk melakukan sesuatu yang mungkin sulit dicapai orang lain. Namun, seorang wirausahawan sejati, bukan sekedar bermimpi, mereka juga orang yang menarik perhatian. Setiap langkah mereka mampu menjadi inspirasi bagi orang lain.

4. Meraih tujuan diri.
Banyak wirausahawan tradisional secara agresif mengejar mimpi dan mengembangkan bisnis yang sangat sukses. Tapi, banyak dari mereka yang tak merasakan kepuasan batin. Kenapa? Karena mereka tidak menyisihkan waktu untuk benar-benar memahami apa yang penting bagi hidup mereka, sebagai akibatnya, mereka menderita banyak penyakit, hubungan yang buruk dan hal-hal lain. Sedangkan wirausahawan sejati menciptakan bisnis dari dalam diri sebagai perwujudan kesadaran jiwa mereka. Mereka mengerti apa yang penting untuk menyelaraskan keyakinan dan mimpi-mimpi mereka untuk memenuhi tujuan hidup mereka.

5. Inspirasional.
Banyak wirausahawan memilih untuk tidak mempunyai karyawan atau rekan kerja. Mereka lebih suka bekerja sendiri. Itu kenapa, seringkali mereka tidak bisa bertindak sebagai supervisor yang baik. Mereka lebih suka mengendalikan semuanya, atau melakukan micromanagement, atau tidak memanage apa-apa. Wirausahawan sejati tahu pentingnya spirit team dan bagaimana membangkitkan inspirasi orang lain agar menjadi kreatif dan mampu mengekspresikan hidup yang penuh makna. Mereka tahu bahwa memenuhi kebutuhan orang-orang lebih baik bagi klien dan rekan bisnis mereka. Dan, sebagai akibatnya bisnis mereka pun tumbuh.Tak peduli apakah anda sekarang ini adalah seorang wirausahawan atau sedang bermimpi menjadi seorang wirausahawan, memahami bagaimana menjadi seorang wirausahawan sejati tentu mempunyai banyak keuntungan bagi anda. Anda bisa menyingkirkan cap sebagai seorang wirausahawan tradisional dan memberikan ruang yang lebih luas bagi anda untuk pertumbuhan diri anda. Jika anda siap untuk melangkah maju dan berikrar untuk meraih apa yang anda inginkan, yaitu hidup penuh makna dan sejahtera, inilah waktunya untuk berubah. Ubah pandangan anda dan jadilah seorang wirausahawan sejati sekarang!!

Jumat, 17 Mei 2013

Sejarah Telekomunikasi



SEJARAH ILMU TELEKOMUNIKASI


Pada  zaman dahulu,  sejarah ilmu telekomunikasi  dilakukan  menggunakan  media  yang  sangat  sederhana. Drum  digunakan  oleh  masyarakat  asli  Afrika,  New  Guinea dan Amerika Selatan. Di Cina, masyarakat menggunakan "Tamtam",  suatu  lempengan  logam  besar  berbentuk bundar yang digantungkan secara bebas sehingga bila dipukul akan menimbulkan bunyi keras yang dapat terdengar sampai jarak yang jauh.
Pada abad ke-5 sebelum Masehi, kerajaan Yunani kuno dan Romawi menggunakan api untuk berkomunikasi  dari  gunung ke gunung atau menara  ke menara. Telekomunikasi dilakukan oleh prajurit khusus dengan saling memahami kode berupa jumlah nyala api. Telekomunikasi  ini digunakan saat perang dan hanya efektif pada malam hari
Pada abad ke-2 sesudah Masehi bangsa Romawi menggunakan asap sebagai media telekomunikasi. Mereka membangun jaringan telekomunikasi  yang  terdiri  dari  ratusan  menara  hingga  mencapai 4500 kilometer. Setiap menara bisa mengeluarkan asap yang dapat dilihat  oleh  menara  lain  yang  berada  di  dekatnya.  Sistem telekomunikasi   ini  digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan militer dalam menjalankan pemerintahan atas daerah jajahan yang semakin luas.
Pada  abad ke-4  sesudah Masehi, Aeneas the Tactician mengusulkan sistem telekomunikasi  menggunakan air yang disebut hydro-optical telegraph. Sistem telekomunikasi ini memanfaatkan ketinggian air sebagai kode-kode dalam berkomunikasi. Sistem ini bisa mengirimkan pesan dengan sangat cepat dari satu tempat ke tempat lain.
Pada masa Revolusi Perancis, Claude Chappe menemukan alat telekomunikasi yang disebut mechanical-optical telegraph atau sering disebut semaphore. Alat tersebut berupa suatu batang yang dapat digerakkan menggunakan tali sehingga bisa membentuk berbagai   simbol/huruf   yang  jumlahnya   mencapai   196  (huruf besar, kecil, tanda baca dan angka). Alat tersebut dipasang di atas atap  gedung  sehingga  bisa  terlihat  dari  jarak  jauh.  Jaringan telegraph  menggunakan  alat  tersebut  dioperasikan  pada  tahun
1794   ketika   tentara   sukarela   mempertahankan   Perancis   dari serangan  Austria  dan penjajah  lainnya.  Jaringan  tersebut  terdiri dari  22  stasiun  dengan  jangkauan  240  kilometer.  Pengiriman pesan sejauh itu hanya membutuhkan waktu 2 sampai 6 menit
Sepuluh tahun kemudian (1876), telepon konvensional ditemukan oleh pemuda berusia 29 tahun bernama Alexander Graham Bell dan  asistennya,  Thomas  Watson  (22  tahun).  Pada  masa  itu, telepon merupakan penemuan sangat penting karena bisa mengirimkan pesan suara melalui jaringan kabel. Hal ini membuat telekomunikasi  semakin  alami,  sangat cepat dan bisa dilakukan siapa saja. Suara Graham Bell yang mengucapkan kalimat "Mr. Watson,  come  here,  I  want  you!"  adalah  suara  pertama  yang berhasil dikirimkan melalui kabel pada tanggal 10 Maret 1876 . Telepon  komersial  mulai  dijalankan  pada  tahun  1878  di  New Haven,  Connecticut.  Enam  tahun  kemudian,  jaringan  telepon sudah menjangkau Boston, Massachusetts dan New York City.

Telekomunikasi Berbasis Komputer
Sejak ditemukannya komputer elektronik pada dekade 1930-an, perkembangan telekomunikasi menjadi sangat cepat. Berbagai usaha dilakukan untuk mengirimkan data dari satu komputer ke komputer lainnya. Pada tanggal 11 September 1940, George Stibitz berhasil mengirimkan masalah-masalah komputasi menggunakan teletype ke Complex Number Calculator di New York dan menerima hasil komputasinya di  Dartmouth College, New Hampshire. Konfigurasi  komputer  terpusat  ini tetap  populer  sampai era 1950-an. Pada decade 1960-an,  para peneliti mulai melakukan penelitian  tentang packet switching yang memungkinkan data-data dikirim ke komputer-komputer lain tanpa melalui mainframe yang terpusat. Pada tanggal 5 Desember 1969, para peneliti berhasil membuat suatu jaringan 4-node antara the University of California (Los Angeles), the Stanford Research Institute, the University of Utah dan the University of California (Santa Barbara). Jaringan komputer ini selanjutnya menjadi ARPANET, yang pada tahun 1981 sudah berisi 213 node. Pada bulan Juni 1973, suatu  node dari luar Amerika ditambahkan ke dalam jaringan komputer tersebut. Selanjutnya ARPANET bergabung dengan jaringan- jaringan  komputer  lainnya  sehingga  membentuk  Internet.  Pada  bulan  Agustus  1982, protokol electronic mail (e-mail) yang dikenal dengan SMTP mulai diperkenalkan. Pada bulan  Mei  1996,  HTTP/1.0  atau  protokol  yang  memungkinkan  hyperlinked  Internet berhasil diimplementasikan. Kedua protokol inilah yang membuat telekomunikasi berbasis komputer menjadi sangat populer.

Telekomunikasi Masa Depan
Para  ahli,  secara  personal  maupun  institusi,  mencoba  menggambarkan  kondisi telekomunikasi masa depan dengan beragam sudut pandang, pendekatan dan istilah. Ray Kurzweil  adalah  salah  satu  ahli  yang  mencoba  memberikan  gambaran  telekomunikasi masa  depan.  Dalam  bukunya  yang  berjudul  “The  age  of  Spiritual  Machines:  When Computers Exceed Human Intelligence”, Kurzweil memprediksi bahwa pada tahun 2009 sebuah PC seharga US$ 1000 akan dapat melakukan sekitar satu triliun kalkulasi per detik. Komputer  akan menjadi sangat kecil, menempel  pada pakaian dan perhiasan. Sebagian besar transaksi  bisnis  rutin  berada  di antara  manusia  dan personalitas  virtual.  Telepon dengan terjemahannya (translating telephone), pemanggil dan yang dipanggil bisa menggunakan dua bahasa berbeda, akan digunakan secara luas di masyarakat. Pada tahun 2019, sebuah PC seharga US$ 1000 akan setara dengan kemampuan komputasional otak manusia. Komputer semakin  mudah  dioperasikan,  tidak terlihat  dan menempel  dimana saja. Virtual reality sudah dalam tiga dimensi. Sebagian besar interaksi dengan komputer sudah melalui isyarat tubuh (gesture) dan komunikasi ucapan bahasa alami dua arah. Lingkungan  realistis  yang  mencakup  segala  hal  (audio,  visual,  dan  fisik)  membuat manusia  mampu  melakukan  sesuatu secara virtual  dengan  manusia  lain, meskipun  ada batasan  secara  fisik.  Manusia  mulai  memiliki  hubungan  dengan  personalitas  otomatis, seperti teman dan guru.

Speech technology
Pada masa permulaan, telekomunikasi dilakukan menggunakan media dan teknologi yang sangat sederhana. Telekomunikasi saat itu sangatlah sulit sehingga hanya bisa dilakukan oleh kalangan tertentu (kebanyakan militer), membutuhkan waktu yang lama, biaya sangat mahal, jangkauan yang relatif pendek (belum bisa antar daratan yang terpisah lautan) dan tidak alami (karena hanya mengandalkan pandangan mata manusia). Pada masa telekomunikasi elektrik, media dan teknologi semakin modern. Telekomunikasi menjadi sangat mudah (bisa dilakukan siapa saja), cepat (real time), lebih murah, jangkauan yang sangat luas sehingga bisa dilakukan antar daratan yang terpisah lautan. Pada masa telekomunikasi  berbasis komputer, teknologi yang digunakan semakin canggih sehingga jauh lebih mudah, cepat, dan menjangkau seluruh pelosok dunia. Telekomunikasi  sudah bisa menghilangkan  batasan lokasi sehigga dunia terasa semakin  sempit. Seorang yang tinggal di Finlandia bisa berkomunikasi dengan orang lain yang hidup di Jepang.
Tetapi, masih ada dua tantangan besar yang harus dihadapi, yakni bahasa dan biaya. Terdapat   sekitar 6500 bahasa yang digunakan manusia di seluruh dunia. Apalah artinya teknologi telekomuniasi modern yang menjangkau seluruh dunia jika tidak semua orang mampu menguasai bahasa yang sama (meskipun bahasa Inggris sudah dianggap bahasa internasional).  Bagi masyarakat  di negara  sedang berkembang,  biaya  komunikasi  antar negara masih terasa mahal. Oleh karena itu, para ahli terus berusaha mengembangkan teknologi telekomunikasi yang bisa menjawab kedua tantangan tersebut. Sudah sejak lama para   pakar   mengembangkan   speech   technology   untuk   keperluan   tersebut.   Speech technology meliputi automatic speech recognition atau speech to text (mengenali apa yang diucapkan manusia atau mengubah suara menjadi teks), speaker  recognition  (mengenali siapa yang berbicara), speech synthesis atau text to speech (mengubah teks menjadi suara), dan bagaimana cara pengucapannya  (mengenali intonasi dan emosi pembicara).  Hingga saat ini sudah banyak teori, software maupun hardware  berbasis speech technology yang dihasilkan oleh para ahli secara personal maupun melalui lembaga riset.
Satu  hasil  yang  sangat  penting  adalah  Speech  to  Speech  Machine Translation (S2SMT)   yang  merupakan   istilah  umum  yang  digunakan   untuk  sistem  translating telephone. Ide dasar S2SMT adalah mengenali suara manusia (apa yang diucapkan) menggunakan automatic speech recognition (ASR) sehingga suara manusia bisa diubah menjadi teks, menerjemahkan teks yang dihasilkan ke dalam bahasa lain yang diinginkan menggunakan Machine Translation, dan mengubah teks hasil terjemahan tersebut menjadi suara menggunakan text to speech.
Riset dan pembangunan S2SMT membutuhkan waktu lama dan biaya sangat besar. Suatu institusi riset seperti Advanced Telecommunication Research (ATR) yang berlokasi di  Kyoto  Jepang  membutuhkan  waktu  lebih  dari  20  tahun  dan  biaya  milyaran  dolar Amerika  untuk melakukan  riset dan membangun  S2SMT  yang diberi  nama MATRIX. Saat ini MATRIX sudah bisa mengakomodasi 30.000 kata untuk penerjemahan bahasa Inggris-Jepang. Contoh lainnya adalah Verbmobil yang dibangun di Jerman. Verbmobil mampu menerjemahkan bahasa Inggris-Jerman dengan akurasi yang baik meskipun di lingkungan yang bising (seperti di bandara). Verbmobil juga dilengkapi dengan sistem pengambilan  kesimpulan  dari  dialog  yang  dilakukan.  AT&T  juga  berhasil mengembangkan   S2SMT  untuk  Call  Center  yang  mampu  menangani  penerjemahan bahasa Inggris-Spanyol dan Inggris-Jepang.